Monday, December 29, 2008

wait for me Sing*****

Hehehe..... aq seneng bgt niy. Akhirnya, sodara-sodara.... i'll go to Negeri 'berkepala Singa dan berbadan Ikan' (tebak aja negara apa, yg pasti deket dg Malaysia). Norak bgt ya. *biarin
Secara gitu... emakku udah kemana-mana (mpe Thailand). Lah anaknya, selama ini dtinggal di kosan di Djogja.

So, utk kali ini, aq pergi without my mom (wah... pasangan Duet Maut bakalan Break utk beberapa hari, hehehe). Lumayan... pergi sm si Om dan Tante-ku, cuma bayar ongkos PP, lain-lainnya ditanggung sm mereka.

Hahahaha.... I'm Happy now

Tuesday, December 23, 2008

Kesentrum


Kejadiannya siy udah hampir 2 bulan yg lalu. Alhamdulillah aja aq masih idup pas nulis blog ini.

Malam itu saat aq di rumah sdg mati lampu (seperti biasanya, lagi-lagi mati lampu). Kondisi cuaca di luar sono agak jelek, hujan lebat plus kilat dan petir.

Singkat cerita, kilat yg ada di luar sampe masuk ke dlm rumah. Pasti gak ngerti kan apa maksudnya. Yaiyalah, aq aja bingung mo jelasinnya. Maksudnya, aq tu kesentrum listrik, padahal lagi mati lampu. Makin tambah bingung kan !!!

Jadi ceritanya, aq lagi ngetik di laptop, eh ternyata gak brapa lama akhirnya lampu idup. Karna batere di laptop da mo abis, otomatis langsung di-charging. Tau-taunya mati lampu lagi (padahal baru ½ jam idup, nyebelin bgt kan). Gara-gara keasikan ngetik, kabel charging-nya masih ketancep di kontak listrik. Tiba-tiba ada kilat yg menyambar, dan aq yg lg megang laptop jadi kesentrum. Karna kebetulan tangan kiri ku diletakkin diatas laptop, yg kesentrum cuma tangan kiri. Wah rasanya....gmn ya...pokoknya gak mau nyoba utk yg ke-2 kalinya.

Untung yg kesentrum cuma tangan kiri (kayak gitu aja masih untung lho!), gmn klo sentrumannya sampe ke jantung. Iiiihh...takut.... Pas kesentrum itu, tangan kiri ku lumayan kebas tapi gak lama. Sempat kepikiran, wah bisa gawat niy klo tangan kiri ku knapa2. Bisa2 jadi cacat permanen, gmn donk klo mo bersih2, hehehe...


Pelajaran buat smuanya, especially buat diriku sendiri : besok-besok klo ada hujan lebat yg plus-plus (plus petir & plus kilat), gak usah ngapa2in. Lebih baik tidur aja.

Thursday, December 11, 2008

harus seperti apakah seorang dokter itu ?

Baru-baru ini aku ngobrol dgn sodara sepupuku, yg namanya bang Indra (bukan nama asli). Dia seorang dokter (masih berstatus dokter umum tapi bukan lagi dokter yg baru lulus). Dia bercerita tentang pengalaman uniknya dgn seorang pasien. Kejadiannya terjadi di tempat praktek dokternya, yaitu klinik dokter (tempat praktek gabungan beberapa dokter, dokter umum & dokter spesialis).

Hari itu, kebetulan resepsionisnya datang terlambat. Jadi dgn inisiatif sendiri, bang Indra berubah menjadi resepsionis karena kebetulan pasiennya belum banyak. Tidak berapa lama, datang seorang ibu-ibu yg ingin mendaftar utk diperiksa oleh dr. Indra (kebetulan si ibu tidak tau wajah dr. Indra ). Kemudian, bang Indra menyuruh si ibu untuk langsung masuk ke ruang periksa dokter, sedangkan bang Indra masih di luar mempersiapkan buku daftar tunggu pasien yg bisa langsung diisi sendiri oleh pasien.

Saat bang Indra masuk ke ruangan dokter, yg otomatis dia mengambil stetoskop dan duduk di tempat duduk dokter. Si ibu jadi keheranan dan bertanya : (digambarkan dg dialog)
Si Ibu : "Maaf ya dek, pak dokternya mana ya. Koq malah adek yg mau memeriksa saya ?"
Bang Indra : "La, kan saya dokternya bu'. Memangnya ibu mo ketemu dokter yg mana ?"
Si Ibu : "Kan saya mo diperiksa sama dr. Indra , yg namanya tertulis di papan nama depan. Memangnya dr. Indra nya kemana ya ?"
Bang Indra : "Saya dr. Indra nya bu'. Disini gak ada lagi dr. Indra selain saya."
Si Ibu : "Masa iya siy adek itu dokter. Bukannya tadi resepsionis di depan. Adek kayak bukan dokter aja. Eh iya, mana jas putihnya ?"
Bang Indra : "Oh jas putih saya (kemudian bang Indra mengambil jas putihnya yg diletakkan diatas meja periksa dan langsung memakainya). Nah bu', ini jas putih saya. Udah yakin klo saya dokternya."
Si Ibu : (dgn tetap agak tidak percaya) "Masa siy adek niy dokter. Jgn maen dokter-dokteran dek."
Bang Indra : "Memangnya dokter itu seperti apa bu' ? Apa saya gak cocok jd dokter ya."

(Kebetulan si resepsionis yg asli masuk dan memanggil bang Indra)
Resepsionis : "Dok, maaf saya terlambat. Tadi saya nunggu suami pulang dulu, baru bisa brangkat kesini."
(Si ibu bertanya kembali dgn si resepsionis)
Si Ibu : "Eh beneran ya ini dr. Indra nya ya mbak ?"
Resepsionis : "Iya. Memangnya knapa bu'." (keheranan karena gak tau cerita awalnya)

Klo dipikir-pikir, kasian banget bang Indra gak diakui sbg dokter. Udah sekolah jauh-jauh ke Jawa, biaya mahal, eh tau-taunya dpt kejadian seperti diatas.
Nah ini dia yg jadi pertanyaanku. Memangnya ada standar tertentu wujud seorang dokter itu seperti apa ? Apa diliat dr fisiknya, dokter itu harus yg tinggi, kulit bersih (bisa jadi putih), rambut rapih, pakaian necis (kemeja-celana rapi), dll. Yaa.. klo itu siy berkebalikan dgn bang Indra donk (pendek berisi, rambut agak panjang tapi gak gondrong, kulit item). Trus bagaimana dgn profesi-profesi yg lain ? Apakah dituntut persepsi yg sama seperti dokter, misalnya psikolog, pengacara, dll.

Tuesday, December 9, 2008

OBROLAN IBU-IBU

Kemaren (tepatnya saat Hari Raya Haji), aku ikut ibuku pergi jalan-jalan ke rumah Tante dalam rangka mengambil jatah daging kurban. Ternyata disana ada tamu Tanteku yang kebetulan ibuku juga kenal dengannya. Sebut aja teman Tanteku itu dengan nama Tante X dan Tanteku itu Tante Vi (hehehe).

Yah biasalah klo ibu-ibu udah ngumpul, ujung-ujungnya ngobrol en ngegosip ngalor-ngidul, kecuali aku lho !!! Aku cuma duduk-duduk nonton tipi. Gak brapa lama, Tanteku masuk ke kamarnya untuk sholat, sedangkan ibuku dan Tante X masih melanjutkan obrolannya. Awalnya siy aku gak terlalu dengerin apa yang mereka bicarain. Tapi karena lama-lama nada bicara keduanya makin tinggi, wah... sepertinya ada pertentangan pendapat niy. Akhirnya, dengan mata masih ngeliat ke tipi tetapi kedua telinga (gak mungkin cuma sebelah telinga) dengerin mereka berdua ngobrol atau lebih tepatnya berdebat.

Setelah didengerin baik-baik, ternyata eh ternyata obrolan ibu-ibu sekarang udah jd obrolah kelas berat ya. Topiknya itu bukan lagi tentang gosip-gosip artis yang ada di infotainment aja atopun tentang sinetron-sinetron, tapi udah nyampe ke hal-hal yang berhubungan dengan politik. Mulai dari hasil Pilkada kemaren, kinerja Gubernur yang terpilih, KKN-nya para pejabat sampe kriminalitas yang sedang ‘in’. Gila !! aku sampe ngeri sendiri dengerin mereka berdebat. Karena gak enak dengerinnya, aku malah sms-an sama temanku si Asree, sekalian curhat kondisiku saat itu. Lama-lama aku jadi pengen ketawa klo ngeliat situasi saat itu. Mo motong pembicaraan, koq kayaknya gak sopan sama orang yang lebih tua, tapi klo dibiarin sepertinya koq bisa gawat darurat. Untung aja siy perdebatannya pke Break Time, kadang emosi naik, kadang emosinya turun. Yah kira-kira smuany ada 3 round (hehehe, kyk pertandingan tinju aja). Itu juga berakhir karena Tanteku udah keluar dari kamar. Mungkin keduanya gak enak klo ketauan sedang berdebat. Yah pada akhirnya, ibuku yang nyerah karena kita pulang duluan dari Tante X.

Klo dipikir-pikir, gila euy emak-emak jaman sekarang, obrolannya beda. Walopun emak-emak ini lahir di jaman behaeulak tapi tetap mengikuti perkembangan jaman sekarang ini, ya kayak anak-anaknya sekarang.

SIAK SRI INDRAPURA

Seperti janji pada postingan sebelumnya, postingan kali ini akan membahas tentang Kabupaten Siak (Siak Sri Indrapura). Meskipun, sebenarnya jalan-jalanku kemaren hanya berputar-putar di ‘pusat kotanya’ yaitu di Kecamatan Siak. Selanjutnya akan dibahas tentang informasi umum Kabupaten Siak, wisata sejarah dan wisata lainnya, bangunan-bangunan baru, serta yang menjadi khas di daerah ini. 

INFORMASI UMUM

Siak Sri Indrapura merupakan Ibukota Kabupaten Siak, merupakan tempat Kesultanan masa lalu, sebuah Kerajaan Islam Melayu di Riau. Beberapa kota penting lainnya di Kabupaten Siak adalah Perawang, yaitu kota yang memiliki perkembangan industri, dan Minas – salah satu kota pusat pengeboran minyak di Indonesia.

Kabupaten Siak terdiri dari 13 kecamatan yaitu Minas, Kandis, Siak, Sungai Apit, Sungai Mandau, Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Tualang, Koto Gasib, Dayun, Bunga Raya, Mempura, Sabak Auh, Benteng Hilir dan Bandar Sungai.

Kabupaten Siak mempunyai luas 8.556,09 km2, dengan batas wilayah sebagai berikut: 
- Sebelah Utara dengan Kabupaten Bengkalis
- Sebelah Selatan dengan Kabupaten Kampar dan Pelalawan
- Sebelah Barat dengan Kabupaten Kampar dan Pekanbaru
- Sebelah Timur dengan Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan 

Wilayah Kabupaten Siak ini dibelah/dilalui oleh Sungai Siak. Sungai Siak sendiri terkenal sebagai sungai terdalam di tanah air. Kabupaten Siak memiliki potensi sumberdaya mineral berupa minyak dan gas bumi. Lapangan minyak utama pada cekungan Sumatera Tengah ini adalah lapangan Minas.

WISATA SEJARAH

Dibawah ini beberapa tempat yang aku kunjungi selama di Siak.

1. Istana Siak
Pada tahun 1889 dibangun istana permanen dengan arsitek dari Jerman. Istana ini berdiri megah sampai saat ini dengan pintu gerbang dihiasi sepasang burung elang menyambar. Di dalam istana akan kita lihat berbagai koleksi yang bernilai tinggi, seperti Kursi Singgasana Sultan yang berbalut emas. Terdapat pula alat musik Komet yang dibuat secara home industri di Jerman yang memiliki piringan dengan garis tangan sekitar 90 cm berisikan lagu-lagu klasik dari Mozard dan Bethoven. Konon barang ini hanya ada dua di dunia yaitu di Jerman sebagai pembuat dan di istana Siak. Lainnya yaitu terdapat berbagai kursi meja terbuat dari kayu, kristal dan kaca tertata rapi di bawah lampu-lampu kristal berwarna-warni bergantungan di plafon istana, berbagai bentuk lemari, senjata dari tembaga dan besi, aneka cenderamata yang merupakan hadiah dari para sahabat dan daerah di sekitar Siak, foto-foto dari tokoh-tokoh Kerajaan Siak di masa lalu, dan terakhir sebuah cermin milik para permaisuri Sultan yang dapat membuat wajah semakin cerah dan awet muda bila sering bercermin di sana yang dinamakan cermin Ratu Agung.

     


Di sebelah timur Istana Siak terletak pula komplek makam Raja-raja Siak seperti Sultan Syarif Hasyim dan ayahandanya beserta keluarga dan kerabat kerajaan lainnya. Komplek makam ini berukuran 15 x 15 meter persegi. Nisan dari makam yang terdapat di sini semuanya berukiran sangat rumit dan indah terbuat dari kayu dan marmer. Di samping makam ini terletak makam pahlawan (Taman Bahagia Siak).

3. Makam Sultan Syarif Kasim
Makam Sultan Syarif Kasim II di Kecamatan Siak, tepatnya di pinggir sungai atau di samping Masjid Syahbuddin. Makam ini sudah direnovasi sehingga Makam Sultan Syarif Kasim II sekarang terlihat seperti gambar ini.



4. Mesjid Syahbuddin
Sekitar 500 m di depan Istana Siak terdapat Mesjid Sultan (Mesjid Raya Sahabuddin). Mesjid ini terletak di pinggir Sungai Siak. Mesjid ini bentuknya khas dan unik. Di dalamnya terdapat sebuah mimbar yang terbuat dari kayu berukir indah bermotifkan daun, sulur dan bunga. Di sebelah barat mesjid ini terdapat pemakaman Sultan Syarif Kasim beserta permaisuri dan istrinya yang selalu diziarahi oleh pengagumnya.



5. Balai Kerapatan Tinggi
Di pinggir sungai Siak berhadapan dengan muara sungai Mempura terdapat bangunan Gedung Balai Kerapatan Tinggi (Balai Rung Sri) dengan arsitek khas yaitu mempunyai dua arah pintu masuk, yaitu dari sungai dan dari darat (jalan raya). Bangunan ini digunakan untuk sidang perkara dan juga berfungsi sebagai tempat pertabalan Sultan. Gedung ini memiliki tiga tangga untuk naik ke lantai atas (lantai 2), dimana sidang selalu dilaksanakan. Tangga utama menghadap ke sungai dan yang lain menghadap ke timur gedung yang terbuat dari besi berbentuk spiral dan yang satunya lagi terbuat dari kayu dan terletak di sebelah barat gedung. Jika suatu perkara sudah dilakukan dan hukuman dijatuhkan, maka bagi yang kalah akan turun ke lantai dasar dengan menggunakan tangga kayu yang terletak di sebelah kiri gedung dan langsung menuju Djil (penjara) yang terletak tidak jauh dari situ. Sedangkan bagi yang menang turun melalui tangga besi yang terletak di sebelah kanan gedung dan langsung ke jalan raya.

            
                 Tampak Belakang                         Tampak Samping


6.
Kelenteng
Klenteng bersejarah yang terletak di tengah-tengah kota Siak Sri Indrapura. Sori, cuma tampak belakang karena kebetulan cuma lewat di bagian belakang kelenteng.


7. Gedung Serba Guna




8. Makam Syech Abdur Rahman
 




BANGUNAN BARU

Bangunan baru ini sengaja aku masukkan disini karena menurutku bangunan-bangunan tersebut terlihat berbeda, megah ataupun unik yang dapat dijumpai di kota kecil ini, yaitu:

1. Pasar Modern

Pasar ini merupakan komplek pertokoan di dalam lahan yang cukup luas. Komplek pertokoan ini belum digunakan karena masih dalam tahap pembangunan. Rencananya pasar tradisional yang ada saat ini akan dipindah ke kompleks pertokoan ini.



2. Gedung Lembaga Adat Melayu (Gedung LAM)
Gedung besar ini terutama digunakan untuk acara-acara penting yang berhubungan dengan adat, misalnya pertemuan adat Melayu atau dapat digunakan untuk resepsi pernikahan.




3. Rumah Sakit Umum Siak
Sebelumnya di daerah ini hanya terdapat rumah sakit yang tergolong kecil, dibandingkan dengan gedung rumah sakit baru yang telah dibangun di tengah kota. 



4. Jembatan Siak (
Tengku Agung Sultanah Latifah)
Sejak Jembatan Sultanah Latifah Siak dibangun transportasi Siak-Pekanbaru jadi lancar, kita tidak perlu lagi menggunakan kapal penyeberangan atau melintasi sungai jika ingin melihat Istana Siak.



KHAS DAERAH 

1. Kerajinan Tenun Siak
Kerajinan tangan yang sangat terkenal dari Siak semenjak dahulu adalah kerajinan industri rumah yaitu kerajinan tenunan, karena berasal dari Siak maka dinamakan Kain Tenun Siak. Tenun Siak adalah tenunan yang dibuat (ditenun) dengan menggunakan benang katun atau benang sutera yang diberi motif benang emas dengan berbagai motif seperti pucuk rebung, siku keluang, tampuk manggis, dan lain-lain.

Semasa dahulu pekerjaan menenun hanya dikenal di lingkungan istana saja sebagai pekerjaan sambilan. Namun sesuai dengan perkembangan zaman, pekerjaan menenun merembes keluar tembok istana. Perkembangan tenunan Siak semakin besar karena tenunan Siak sebagai bawang bawaan atau cinderamata khas dari Siak semakin diminati oleh para kolektor, masyarakat pemakai, dan para pelancong yang datang ke Siak.

2. Makanan Ringan 
Kue Apam, Kembang Loyang, Kue Bangkit, Bubur Asura dan Bolu Kemojo.

Sebenarnya masih banyak tempat-tempat lain yang dapat dikunjungi di Siak Sri Indrapura, tetapi kebetulan hanya tempat-tempat yang telah disebutkan diatas yang aku datangi. Untuk info/penjelasan dari masing-masing tempat wisata itu juga aku peroleh dari websitenya Kabupaten Siak. Jadi maaf kalo infonya cuma segini. Untuk lebih detailnya dapat dilihat di website Kabupaten Siak (
silahkan klik disini).


Wednesday, December 3, 2008

demi menuntut ilmu, sungai pun kuseberangi

Miris sekali saat menonton berita di Nuansa Pagi di RCTI tadi pagi. Untuk pergi bersekolah, anak-anak SMP yang tinggal di suatu desa (daerah Tasikmalaya) harus menyeberang sungai dengan menggunakan rakit setiap harinya. Dengan menyeberang sungai ini, jarak tempuh mereka ke sekolah agak lebih pendek, yaitu 4 km dengan berjalan kaki. Bila dibandingkan melalui jalan utama maka harus menempuh 8 km dengan naik kendaraan bermotor. Akan tetapi, apabila saat air sungai sedang pasang, maka kemungkinan besar mereka tidak bisa bersekolah karena sungai tidak dapat diseberangi dengan rakit.

Melihat kesungguhan dan niat mereka untuk pergi bersekolah, bikin aku jadi malu sendiri. Sepertinya dulu aku lumayan malas-malasan klo mau brangkat ke sekolah. Yah walopun gak pernah bolos siy (kecuali klo sakit). Sudah semestinya kita harus bersyukur dengan kondisi kita sekarang ini karena dapat bersekolah sampai setinggi-tingginya (mo sampe SMA, S1, S2, S3 ato eS-eS lainnya) dengan akses yang mudah untuk pergi ke sekolah.

Dari smua itu, artinya program pengentasan kebodohan benar-benar telah diadakan. Terbukti, di desa yang jauh dari kota sudah dapat dijumpai sekolah. Akan tetapi, selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah kemudahan akses untuk ke sekolah itu sendiri, yaitu ketersediaan infrastruktur jembatan atau jalan raya dengan kondisi yang baik, sehingga mendukung kemudahan akses ke sekolah ato antar desa/daerah.